Apa Itu Kalimat Efektif

0
548

Tugas cerdik cendekia adalah mengubah informasi yang sangat detil, spesifik, sarat jargon ke dalam bentuk informasi yang dapat dipahami dan disukai publik, tetapi tetap akurat.

Kalimat efektif adalah, kalimat yang bila aku tuliskan atau omongkan, kamu mengerti persis dengan apa yang aku tulis atau omongkan.

Soal bahasa Indonesia yang baik dan benar, banyak kesalahan anggapan. Bahasa yang baik adalah bahasa yang sesuai dengan situasi. Bahasa yang benar adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah. Bahasa Indonesia yang baik dan benar mengikuti tata bahasa yang baku, ejaan yang resmi, dan penggunaan kalimat secara efektif. Perlu diingat bahwa bahasa jurnalistik Indonesia adalah bahasa Indonesia.

Kalimat efektif ditandai dengan:

  1. Kalimat yang ringkas. Biasanya 4-11 kata dalam satu kalimat. Kalimat yang terlalu panjang, selain tidak efektif menyampaikan pesan juga berisiko membuat pembaca salah paham. Satu alinea berisi 3-4 kalimat. Satu alinea satu pokok pikiran.
  2. Jelas subyek-predikat-obyeknya. Siapa melakukan apa itu harus jernih. Itu sebabnya kita dianjurkan membuat kalimat aktif karena jelas SPOK-nya. Kalimat pasif cenderung menyembunyikan subjek atau pelaku.
  3. Gunakan kalimat sederhana dan jangan bercanggih-canggih dengan kata-kata.
  4. Tidak mengulang ide dan kata-kata secara mubazir. Tampilkan segera pokok pemikirannya.
  5. Tidak ambigu. Perhatikan penggunaan diksi.
  6. Tidak terlalu banyak angka. Kalau harus menyangkut angka-angka, usahakan disederhanakan.
  7. Cek keberadaan kata sambung “dari, daripada, yang, untuk, dengan, oleh” yang seringkali tidak fungsional. Kalau tidak fungsional, kata sambung itu bisa diangkat.
  8. Upayakan atribusi, teknik pengganti sebutan subyek.
  9. Jika sudah mengindonesiakan suatu kata, tidak perlu lagi ditulis istilah asingnya. Pengecualian untuk nama Latin, misalnya padi (Oryza sativa). Catatan: istilah teknis yang tidak semua orang faham, baru diberi kata Inggris.
  10. Pemanjangan singkatan hanya satu kali dengan diberi kurung, setelah itu boleh ditulis singkatannya saja, misalnya Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

 

Kirim Tanggapan