Puisi-Puisi Fadjriah Nurdiarsih

0
263


Peristiwa Ikada

 19 September 1945

Rakyat berduyun berbaris melaju

Kata orang, Indonesia kini bebas merdeka

Namun tentu ragu masih menyelusup

Mana Bung Karno, mana Bung Hatta?

Benarkah mereka akan datang?

 

Tank diparkir bersisian

Serdadu berbaris pasang muka sangar

Poster larangan sudah disebarkan

Tapi tak mampu bendung hasrat

Bebas dari segala jajahan

Pekik-pekik merdeka masih ditahan

 

Pada hari itu kami bangga

Jalan berkumpul bersama massa

Sambil sembunyikan kelewang dan golok

Sambil menyimpan bendera yang dilipat

Sambil membawa bekal yang disiapkan

Harapan jauh meleburkan rasa takut

 

Itu dia, duo proklamator datang

Dua mobil negara iring-iringan

Langkah dicegat serdadu Jepang

Barangkali mau tahan dan larang

Tapi tak ada yang bisa hentikan

Meski nafas harus diambil sekarang juga

 

Seorang anak menangis keras

Emak menghela sambil sodorkan tetek

Anak kecil termangu di tengah panas

Bapak berjalan jauh dari pinggiran

Menahan napas liat sosok berwibawa

Naik ke podium bagaikan singa garang

 

Jimat sakti dielus-elus

Kalau sampai Jepang letuskan mesiu

Tentu jihad bukan jalan keliru

Tapi Bung Karno ademkan hati

Pulanglah dan percaya pada pemerintah

Maka rakyat manggut-manggut menurut

 

19 September 1945

Tak ada darah setetes pun tertumpah

Hanya tangis dan takbir yang pecah

Lantaran bisa liat muka pemimpinnya

Ditambah girang yang meluap-luap

Merdeka Bung, benar?

 

13 September 2017

 

Dasima

Dasima gadis manis usia sembilan belas

Dari Kuripan ia datang mencari welas

Tuan Edward menyambut hangat limpas

Dasima sepenuh hati serahkan ikhlas

 

Samiun mengganggu buat Dasima meragu

Ia mengaduh lantaran mengaku rindu

Dasima hilang tergelak guna-guna

Tuan Edward meratap bagai cucakrawa

 

Satu kisah bikin Batavia gempar

Nyai Dasima ditinggalkan menggelepar

Siapa itu perusuh yang ambil Dasima?

Bikin Nancy merana kehilangan cinta

 

Ah, tragedi memang bikin celaka

Satu tragedi telah tercatat dunia

Saat cinta dikalahkan nafsu harta

Dasima hilang termakan bualan surga

 

Samiun dihadapkan di muka pengadilan

Bang Puasa beri satu kesaksian

Darah Dasima hilang telah terbalaskan

Hingga kini dua ratus tahun kemudian

 

5 September 2017

 

Yang datang

Yang datang bersama hujan

Adalah cinta yang selalu mendamba

Rindu bersama yang selalu terucapkan

Pada dia yang jadi separuh jiwa

 

Yang datang bersama matahari

Mereka yang senantiasa percaya pada sepi

Lantas sembunyi sambil mengucap mantra

Yakin cinta datang pada yang percaya

 

Yang datang bersama dia adalah dirimu

Hangatnya menjulang melebihi biksu

Tak terucapkan kasih dalam diamnya

Hingga matahari lelap usai bercahaya

 

11 September 2017

Kirim Tanggapan