Betawi Kita Anggap Film Benyamin Biang Kerok karya Hanung Tak Cerminkan Orang Betawi

0
391

Film Benyamin Biang Kerok karya sutradara Hanung Bramantyo yang diperankan Reza Rahadian dianggap tidak merepresentasikan karakter orang Betawi. Salah satu kritik pedas datang dari Betawi Kita yang menyebut bahwa Hanung dan para penulis skenario telah memanfaatkan nama Benyamin sebagai komoditas untuk memperoleh keuntungan semata.

JJ Rizal, budayawan Betawi, dalam sebuah diskusi di Komunitas Bambu menyebut Benyamin Biang Kerok 1973 dibuat Nawi Ismail dalam periode emas Benyamin setelah dua piala Citra. Selain JJ Rizal, ada Syakur Usman, Sekjen Forum Jurnalis Betawi, yang turut menjadi pembicara pada Minggu, 11 Maret 2018.

https://www.mpokiyah.com/2017/12/18/kontroversi-teori-si-pitung-ada-tujuh-di-kalangan-orang-betawi/

“Benyamin muncul dengan kejenialan dia dan stereotipe muka kampung, orang kampung dilawan oleh Benyamin. Biang kerok adalah perlawanan terhadap bagaimana orang lain mempersepsikan orang Betawi,” ujar JJ Rizal.

Diskusi Betawi Kita di Komunitas Bambu soal Orang Betawi dan Stigmatisasinya dalam Film.

Rizal menyebut Benyamin melakukan koreksi terhadap konsep biang kerok yang dipakai di luar Betawi dan dipakai untuk mempersepsikan Betawi. Bahwa orang Betawi didefinisikan sebagai goblok, males-malesan dan tukang jual tanah.

Persoalannya, ujar Rizal, masyarakat tak melihat itu karena Benyamin hanya dianggap sebagai biang kelucuan. Padahal, Benyamin telah melakukan upaya untuk mendekonstruksi stereotype yang negatif. “Sementara humor itu adalah senjatanya melawan politik pembangunanisme sebagai penduduk asli yang terjepit. Itu adalah caranya untuk bertahan,” ucap Rizal.

Rizal menjelaskan, politik kelas dilawan oleh Benyamin, seperti yang terlihat dalam Benyamin Biang Kerok bikinan Nawi Ismail. “Film ini sebenarnya sangat kiri, bagaimana seorang buruh atau sopir mengerjai tuannya seperti bagaimana tuan-tuan itu mengerjai orang Betawi,” kata Rizal.

https://www.mpokiyah.com/2016/03/08/ini-kisah-benyamin-s-seniman-betawi-yang-melegenda/

Dia mengkritik bahwa film Benyamin bikinan Hanung justru tidak menghadirkan pikiran di dalamnya. Mayoritas narasi, adegan, gaya hidup yang dipertontonkan menjelaskan dengan gamblang tidak hadirnya pikiran di dalamnya. Semua asal comot dari film Hollywood.

“Benyamin diperlakukan sebagai orang yang tidak mungkin memproduksi pikiran dan itu menyedihkan. Padahal, Benyamin adalah orang yang paling banyak memasuki ruang perlawanan,” ujar Rizal.

Para pembicara dan moderator. Ki-ka: Rachmad Sadeli, Syakur Usman, JJ Rizal.

Stereotipe soal orang Betawi ini sendiri juga dipermasalahkan oleh Syakur Usman. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis ini menegaskan, karena para sutradara hanya memperlihatkan orang Betawi dari satu sisi, utamanya dari sisi negatifnya, hal ini membuat orang Betawi merasa rendah diri.

“Akibatnya banyak yang merasa minder dan enggan mengaku orang Betawi dalam pergaulan. Kalau ketemu orang Betawi lain aja dia baru ngaku, karena merasa ada temannya,” ucap pria kelahiran Rawabelong ini.

Karena itulah, dia meminta agar orang Betawi juga menampilkan sisi kebetawian yang lebih beragam serta para sutradara untuk riset dalam membuat film.

Sebelumnya, telah beredar petisi dari Betawi Kita yang meminta pihak keluarga menghapuskan penggunaan nama Benyamin dalam sekuel yang akan dibuat Falcon Pictures.

Roni Adi, Ketua Betawi Kita, mengatakan film Benyamin Biang Kerok produksi Falcon Pictures juga menghina Benyamin Sueb sebagai tokoh kebudayaan Betawi.

“Benyamin yang digambarkan di film itu seolah Benyamin itu kayak orang idiot dan orang bodoh, padahal Benyamin adalah orang yang sangat cerdas, utamanya dalam mengembangkan kebudayaan Betawi di masyarakat,” kata Roni, seperti dikutip dari Tempo.co (12/02/18).

Roni menilai film Benyamin Biang Kerok itu lebih menonjolkan pronografi dan kekerasan. “Tidak ada sama sekali unsur Betawi yang digembar-gemborkan,” katanya.

Untuk itu dalam kritikan kerasnya, Roni menghimbau agar masyarakat, khususnya warga Betawi, tidak menonton film tersebut. Roni juga minta keluarga Benyamin Sueb harus membatalkan pemakaian nama Benyamin untuk bagian kedua yang sudah dibuat untuk tayang Desember mendatang sebab pihak pembuat film telah mangkir dari pakem moral yang disepakati dengan pihak keluarga.

 

Kirim Tanggapan