Pijat Pulen Legit, Pijat Khas Betawi untuk Perawatan Tubuh Perempuan

0
608

Apa yang terpikir di benakmu begitu membaca nama pulen legit? Mulanya saya menyangka ini nama makanan. Namun, begitu berbincang dengan Ibu Cucu Sulaiha, yang biasa dipanggil Oma Cucu, di kantor Lembaga Kebudayaan Betawi (Jumat, 30/11/2018), ternyata ini nama pijatan atau treatment khusus untuk perempuan dengan cara Betawi.

Oma Cucu mengatakan, perempuan Betawi sangat menghargai tubuhnya. Sebab, idiom sumur, kasur, dan dapur—atau disebut 3ur—bukan dipakai untuk merendahkan perempuan, melainkan sebagai pengingat ada tiga keahlian yang harus dimiliki seorang perempuan Betawi.

Terkait itu, maka seorang tukang urut atau terapis menjadi penting dalam perjalanan seorang perempuan Betawi dari sebelum menikah, melahirkan dan hingga usai melahirkan.

“Seorang  tukang pijat itu biasanya ngurusin perempuan dari sebelum dia menikah, perawatan tubuhnya  gimana. Kemudian saat hamil dan sesudah melahirkan. Bahkan untuk pelayanan di tempat tidur pun juga diajari. Dan itu dilakukan satu orang dengan berbagai keahlian tersebut,” ucap Oma.

Namun, dia tak memungkiri bahwa saat ini sudah sangat sedikit tukang pijit yang mengerti mengenai teknik pulen legit ini. “Memang sekarang sudah jarang,” ujarnya.

Dikutip dari sejumlah sumber, pijat pulen legit memfokuskan titik pemijatan pada bagian bokong dan daerah sekitar organ intim perempuan. Setelah dipijit dan diberi lulur, perempuan akan “ditangas”, yakni dikurung dengan tikar pandan dan duduk di atas bangku berlubang, yang di bawahnya mangkuk diberi rempah-rempah aneka rupa. Salah satunya adalah pandan. Herbal steam semacam ini akan membuat tubuh si perempuan menjadi sangat berkeringat akibat uap panas dari rempah-rempah. Saya pun pernah menjalani proses tangas pada saat sebelum menikah. Si penangas mengatakan proses ini akan membuat tubuh tak berkeringat, berbau harum, serta manglingi.

Nah, bagaimana teknik pijat pulen legit yang sebenarnya. Terkait ini, Oma Cucu tak mau bicara banyak. “Yang jelas, saya sudah buat modulnya dulu, bareng Haji Yoyok dan Yahya. Kalau mau belajar, silakan kumpulkan orang,” ucapnya.

Dia mengatakan, memang agak sulit mengajari orang dengan latar belakang bukan seorang terapis. “Tapi kalau terapis gampang, sekali ngomong dan tunjuk pakai gambar, dia udah ngerti,” ucapnya menambahkan.

Selain itu, Oma sekalian berpromosi karena dia bilang, ada jamu Betawi yang satu-satunya dimakan dengan cara dipapak (dikunyah), bukan diseduh dengan air. “Namanya jamu ketumbar, itu satu-satunya jamu di Betawi yang enggak pakai air,” ujarnya.

Kamu tertarik ingin mencoba atau belajar spa gaya Betawi? Silakan hubungi kantor Lembaga Kebudayaan Betawi di Gedung Nyi Ageng Serang Lantai 4, Jalan RS Rasuna Said Jakarta Selatan.

Kirim Tanggapan