Beranda Gentong Cerita

Gentong Cerita

Kisah fiksi dan nonfiksi tentang apa saja

Puisi-Puisi Fadjriah Nurdiarsih

Peristiwa Ikada  19 September 1945 Rakyat berduyun berbaris melaju Kata orang, Indonesia kini bebas merdeka Namun tentu ragu masih menyelusup Mana Bung Karno, mana Bung Hatta? Benarkah mereka akan datang?   Tank...

Malam Lebaran

Ini hari Arafah. Katanya, kalau kau berpuasa pada hari ini, seluruh dosamu selama dua tahun akan diampuni. Apakah artinya setelah itu kau bebas berbuat...

Folklor Betawi: Asal-usul Lahirnya Silat Beksi

Seorang laki-laki tampak sedang sibuk mengawasi tanahnya yang luas. Gow Hok Boen, tuan tanah Kedaung, didampingi centeng kepercayaannya yang bernama Ki Kenong. Ia memastikan...

Kisah Ariah Si Manis Jembatan Ancol dan Oey Tambahsia

Di daerah Jakarta pada abad ke-18, hiduplah seorang perempuan manis bernama Ariah. Ia hidup bersama ibunya, Mak Emper, dan kakaknya dalam sebuah gubuk yang...

Senyum Nyai Itih

  Frank memandang Itih, perempuan usia 19 tahun yang berdiri di hadapannya. Suara orang ramai di belakangnya, saling berteriak dan mengejek. Beberapa sudah menenggak arak...

Kisah Si Entong dan Mantra Man Jadda Wa Jadda

Dusun kecil di pinggir Batavia gempar. Tiba-tiba Amin, yang akrab dipanggil Entong, hilang. Ibunya, Mahmudah, sudah sembab dan merah matanya lantaran menangisi kepergian anaknya...

Lindu di Dada Aliya

Ruangan itu sederhana saja, 3 x 3 meter, dengan kondisi yang berantakan dan sama sekali tak teratur. Di hadapanku duduk Aliya di atas bangku...

Folklor: Kisah Nenek Jenab dan Buaya Buntung

Ada sebuah legenda yang sangat terkenal di tanah Betawi. Konon, ada seekor buaya yang selalu menggendong anaknya, si buaya buntung, ke mana pun dia...

Folklore: Buaya Putih Sungai Bekasi

Buaya Putih Sungai Bekasi Oleh Andry Setiawan   Zaman dahulu, hiduplah seorang pedagang kaya raya. Ia tinggal di tepi Sungai Bekasi. Pedagang itu memiliki seorang anak gadis. Seiring...

Cerpen: Anak-Anak Ustazah Rahma

Ustazah Rahma mengelap peluh-peluh keringat yang baru saja turun dari dahinya. Padahal ia hanya berzikir sesudah salat Magrib sambil menunggu datangnya Isya. Tapi rasa...

Perempuan yang Memandang Kematian

Perempuan yang Memandang Kematian Riyana Rizki   Teriakan Gedarik menuai badai. Tidak, sebenarnya ia hanya menangis seperti biasa. Seperti bocah satu tahun lainnya yang bila mulut tidak...

Cerpen: Haram Jadah

Karya: Andry Setiawan Seorang lagi lawan ijul terjatuh. Orang itu jatuh dengan lengan kirinya terlebih dahulu menyentuh tanah, sambil menahan sakit di bahu kanan. Bahu...

Baca Juga

Terpopuler di Gentong Cerita